Beranda Medan PGN Jelaskan Perbedaan Hasil Pemeriksaan Ledakan Grand Polonia dengan Polisi

PGN Jelaskan Perbedaan Hasil Pemeriksaan Ledakan Grand Polonia dengan Polisi

0
PGN Jelaskan Perbedaan Hasil Pemeriksaan Ledakan Grand Polonia dengan Polisi

Medan-Intainew | PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membenarkan jaringan gas bumi di Komplek Grand Polonia merupakan bagian dari sistem distribusi perusahaan untuk melayani pelanggan di kawasan tersebut.

Namun PGN menegaskan, penyebab pasti ledakan yang menewaskan tiga orang masih menunggu hasil investigasi gabungan yang tengah dilakukan tim gabungan dari Polrestabes Medan.

General Manager Sales and Operation Region (GM SOR) I PGN, Andi Sangga Prasetia, mengatakan pihaknya mendukung penuh penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

‎”Kami mendukung proses investigasi yang dilakukan kepolisian dan Laboratorium Forensik. Seluruh pihak perlu bekerja bersama agar penyebab kejadian ini dapat dipastikan secara ilmiah dan objektif,” ujar Andi di lokasi kejadian, Selasa (21/7/2026).

Sebagai langkah pengamanan, PGN menghentikan sementara penyaluran gas ke kawasan Grand Polonia, dan melakukan pemeriksaan terhadap jaringan pipa di sekitar lokasi ledakan.

‎Menurut Andi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aliran gas yang berpotensi membahayakan masyarakat selama proses investigasi berlangsung.

Perbedaan mencuat setelah hasil pemeriksaan awal kepolisian dan Laboratorium Forensik menemukan indikasi adanya konsentrasi gas di area dapur rumah korban, sedangkan pemeriksaan PGN pada malam hari menunjukkan hasil berbeda yakni tidak terdeteksi kandungan gas metana di lokasi.

‎Menanggapi hal itu, Andi menilai perbedaan hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh waktu pengambilan sampel dan metode pengukuran yang digunakan.

‎”Memang ada perbedaan waktu pemeriksaan. Tim kami melakukan pengukuran sekitar pukul 21.30 WIB, beberapa jam setelah kejadian. Sangat mungkin kondisi di lapangan sudah berubah dibandingkan saat pemeriksaan awal dilakukan aparat,” jelasnya.

Ia mengatakan, PGN menggunakan alat Laser Methane Mini yang biasa dipakai untuk mendeteksi kebocoran gas pada jaringan distribusi. Karena itu, menurutnya, perbedaan waktu maupun parameter pengukuran berpotensi menghasilkan temuan yang berbeda.

Meski demikian, Andi menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab ledakan dan memilih menunggu hasil investigasi resmi.

“Prinsipnya kami dan kepolisian memiliki tujuan yang sama, yaitu mengungkap penyebab sebenarnya. Karena itu, kami sepakat untuk terus berkoordinasi agar hasil investigasi nantinya berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Konsentrasi Gas

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan penyelidikan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Polri, TNI, Laboratorium Forensik, PGN, dan instansi terkait lainnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tim Laboratorium Forensik menemukan indikasi adanya konsentrasi gas di area dapur yang diduga menjadi titik awal ledakan.

Namun, kepolisian menegaskan temuan tersebut masih bersifat sementara dan akan diuji lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium, barang bukti, serta keterangan para saksi.

Tragedi ledakan di Komplek Grand Polonia mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya selamat. Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari Polrestabes Medan, Polda Sumut, Basarnas, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Pemerintah Kota Medan.

Hingga kini penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan. Aparat mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi oleh tim gabungan. * Int/R

Editor: Rasyid Marpaung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini